Berita

Kadin Dukung Penuh Pemerintah dalam EU-CEPA
26 April 2016 03:04
Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia mendukung penuh pemerintah Indonesia dalam perjanjian kemitraan ekonomi EU-CEPA. Berdasarkan rencana hari ini (Kamis 21 April) di Brussels Belgia akan berlangsung pertemuan antara Presiden Indonesia Joko Widodo dengan Presiden Komisi Eropa Jean Claude Juncker, guna menyelesaikan  diskusi awal (preparatory discussion) mengenai Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA).

 

Terkait dengan adanya kemajuan dalam hal pembicaraan kemitraan ekonomi tersebut, Ketua Umum KADIN Indonesia Rosan P. Roeslani mengatakan bahwa Indonesia sebagai bagian dari ekonomi global tidak bisa menghindar dari perkembangan perjanjian kerjasama ekonomi dan kompetisi global.

“Kami menyambut baik adanya kemajuan dalam hal kemitraan ekonomi EU-CEPA dan KADIN memberikan dukungan penuh dalam hal ini. Proses selanjutnya setelah preparatory discussion rampung diharapkan langsung berlanjut kepada proses selanjutnya yakni negosiasi”, ujar Rosan.

KADIN, kata dia, akan berkonsentrasi dalam memberikan rekomendasi yang didasarkan pada situasi dan ekspektasi dari para pelaku usaha di Indonesia terkait Perdagangan Barang, Perdagangan Jasa (termasuk pengadaan pemerintah dan investasi), Hak kekayaan intelektual (termasuk kebijakan kompetisi, Trade Defense/Trade dan kebijakan pertanian serta Kerjasama & Peningkatan Kapasitas.

Wakil Ketua Umum KADIN Bidang Hubungan Internasional, Shinta Widjaja Kamdani menjelaskan bahwa terkait  rekomendasi spesifik KADIN dalam hal perdagangan yakni pentingnya untuk membahas non tarif barriers dengan mencapai kesamaan peraturan antara RI dan EU.

”Hal ini dapat dicapai melalui Mutual Recognition Agreement (MRA), misalnya saja sebagai contoh dalam isu minyak sawit dan dengan mengadakan program peningkatan kapasitas yang intensif dan efektif bagi sektor swasta untuk meningkatkan kelayakan komoditinya berdasarkan standar EU dan internasional”, jelas Shinta.

Sementara terkait perdagangan jasa, KADIN mendorong pemerintah untuk menentukan sektor jasa yang dapat dibuka agar dapat memberikan multiplier effect bagi ekonomi domestik.

“Sebagai contoh di sektor penerbangan, KADIN ingin agar EU menghilangkan larangan terbang bagi semua maskapai indonesia. Saat ini, hanya Garuda yang melayani penerbangan ke EU. Sementara terkait dengan isu HAKI, Indonesia harus bisa melindungi merek dagang tembakau tradisional dan pakaian yang menggunakan motif batik”, jelasnya.

KADIN juga menginginkan agar EU-RI CEPA dapat memasukkan inisiatif kerja sama yang memiliki dampak jangka panjang (atau permanen) bagi perkembangan ekonomi Indonesia. Kerja sama atau peningkatan kapasitas ini dapat berupa dan tidak terbatas pada:
1. Modal/pendanaan untuk pembangunan Infrastruktur
2. Kerjasama untuk mengembangkan sistem Export Quality Infrastructure (EQI) Indonesia
3. Transfer teknologi melalui MoU Kerjasama Teknologi Industri
4. Pendirian Pusat Investasi dan Perdagangan EU-RI sebagai pusat informasi untuk sektor swasta di bidang promosi investasi dan perdagangan
5. Bantuan teknis dan program peningkatan kapasitas lainnya yang spesifik untuk industri tertentu seperti keamanan pangan, kehutanan, tekstil, perikanan, sertifikasi gedung berwawasan lingkungan, pengadaan pemerintah dan pengadaan jasa, dll. (sumber : kadin-Indonesia.or.id)

 

Galeri

Tidak Ada Galeri

Share to Facebook Share to Twitter Stumble It Email This More...

  Kembali         Cetak

© Copyright, 2010 - Kadin Banten Indonesia. Designed by Webindo